Paritta

Paritta


Berikut beberapa Paritta yang menjadi tuntunan didalam setiap kebaktian serta Paritta untuk upacara tertentu.

  1. Kebhaktian rutin
  2. Tujuh bulan kandungan
  3. Menjelang kelahiran
  4. Pemberkatan kelahiran
  5. Ulang tahun, turun tanah
  6. Potong rambut
  7. Wisuda Upâsaka/Upâsikâ
  8. Pernikahan
  9. Peletakan batu pertama pembangunan
  10. Menempati rumah baru, pembukaan toko/usaha,dll
  11. Membersihkan suasana/tempat
  12. Air untuk obat orang sakit
  13. Tanam di sawah (pemberkahan benih)
  14. Pengukuhan janji jabatan
  15. Pengukuhan janji di pengadilan
  16. Upacara kematian
  17. Peringatan kematian

===========================================================

Kebhaktian rutin:
Namakâra Gâthâ
Pûjâ Gâthâ
Pubbabhâganamakâra/Vandanâ
Tisarana
Pañcasîla
Buddhânussati
Dhammânusati
Sanghânusati
Saccakiriya Gâthâ
Mangaka Sutta
Karanîyamettâ Sutta
Brahmavihâra Pharanâ
Abhinhapaccavekkhana
Samâdhi/Meditasi
Permohonan Tisarana 
Permohonan Paritta [Ärâdhanâ Parittâ] 
Permohonan Dhammadesana [ Ärâdhanâ Dhammadesanâ] 
Dhammadesana
Ettâvata
Namakâra Gâthâ
 bila dihadiri bhikkhu, samanera




Tujuh bulan kandungan :
Vandanâ
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânussati
Saccakiriya Gâthâ
Abhaya Paritta atau Pattumodanâ Paritta
Sumangala Gâthâ II (pemercikan air pemberkahan)





Menjelang Kelahiran:
Vandanâ
Tisarana
Angulimâla Paritta (tiga,tujuh atau sembilan kali)
Sakkatva Tiratanam
Sumangala Gâthâ II (pemercikan air pemberkahan)





Pemberkahan Kelahiran
Vandanâ
Tisarana
Culla Mangala Cakkavâla Gâthâ
So Atthaladdho tiga kali (untuk anak pria)
So Atthaladdhâ tiga kali (untuk anak wanita)
Sumangala Gâthâ II (pemercikan air pemberkahan)




Ulang tahun, turun tanah :
Vandanâ
Tisarana
Mangala Sutta (dimulai dari: Asevanâ ca bâlânam….)
So Atthaladdho tiga kali (untuk anak pria)
So Atthaladdhâ tiga kali (untuk anak wanita)
Mahâ Jaya Mangala Gâthâ
Sumangala Gâthâ I (pemercikan air pemberkahan)





Potong rambut :
A. Sebelum dipotong:
Vandanâ
Abhaya Paritta
Sumangala Gâthâ I (pemercikan air pemberkahan)
B. Setelah dipotong:
Vandanâ
Sumangala Gâthâ I (pemercikan air pemberkahan)





Wisuda Upâsaka/Upâsikâ
1. Pandita membimbing calon upâsaka/upâsikâ melakukan puja kepada Sang Tiratana dengan menyalakan lilin dan dupa di altar, kemudian bernamaskara tiga kali dengan mengucapkan kalimat-kalimat Namakâragâthâ.

2. Calon (dalam wisuda bersama, diwakili oleh calon tertua) mempersembahkan lilin, dupa dan bunga yang disusun dalam satu talam kepada bhikkhu yang akan memberikan tuntunan Tisarana dan Pañcasîla, kemudian bernamaskâra tiga kali (tanpa mengucapkan Namakâragâthâ)

3. Calon mengucapkan kalimat pernyataan dalam bahasa Pâli dan juga terjemahannya sebagai berikut:
Esâham bhante, sucira-parinibbutampi,
Tam Bhagavantam saranam gacchâmi,
Dhammânca bhikkhu-sanghañca.
Upâsaka (upâsikam) mam bhante dhâretu,
Ajjatagge pânupetam saranam gatam.

Bhante, saya mohon kepada Sang Buddha, yang walaupun telah lama parinibbâna, bersama Dhamma dan Sangha menjadi pelindung saya.
Semoga bhante mengetahui, bahwa sejak hari ini sampai selama-lamanya saya adalah upâsaka (upâsikâ), yang telah menerima Tisarana sebagai pembimbing saya.

(Bhikkhu memberikan tuntunan Tisarana dan Pañcasîla. Calon mengikuti apa yang diucapkan bhikkhu kalimat demi kalimat)

4. Bhikkhu memberikan wejangan Dhamma, dilanjutkan dengan percikkan air pemberkahan kepada upâsaka/upâsikâ baru.

5. Upâsaka/upâsikâ baru bernamaskâra tiga kali (tanpa mengucapkan Namakâra-gâthâ) kepada bhikkhu yang telah memberikan tuntunan Tisarana dan Pañcasîla; kemudian ditutup dengan namaskâra tiga kali kepada Sang Tiratana dengan mengucapkan Namakâra-gâthâ.




Upacara Pernikahan
1.
Pandita menyalakan lilin, dupa dan memimpin namaskâra.
2. Kata pengatar singkat dari Pandita.
3. Pandita bertanya kepada masing-masing mempelai, apakah pernikahan ini bebas dari paksaan atau ancaman.
4. Setelah keduanya memberi jawaban dengan baik, maka:
a. Pandita menyalakan tiga batang dupa untuk mempelai pria. Mempelai pria memegang dupa dalam sikap añjali, kemudian mengucapkan janji pernikahan dengan dibimbing oleh Pandita kalimat demi kalimat sebagai berikut:
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMÄ SAMBUDDHASSA
“Saya mohon kepada semua yang hadir di sini, untuk menyaksikan, bahwa saya:…telah mengambil:…menjadi istri yang sah. Saya berjanji akan melindungi, mencintai dan memperhatikan istri saya dengan sungguh-sungguh dalam pikiran, ucapan dan perbuatan. Semoga Sang Tiratana selalu menerangi saya”. Dupa diletakan ditempatnya.

b. Pandita menyalakan tiga batang dupa untuk mempelai wanita. Mempelai wanita memegang dupa dalam sikap añjali, kemudian mengucapkan janji pernikahan dengan dibimbing oleh Pandita kalimat demi kalimat sebagai berikut:
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMÄ SAMBUDDHASSA
“Saya mohon kepada semua yang hadir di sini, untuk menyaksikan, bahwa saya:…telah mengambil:…menjadi suami yang sah. Saya berjanji akan melindungi, mencintai dan memperhatikan istri saya dengan sungguh-sungguh dalam pikiran, ucapan dan perbuatan. Semoga Sang Tiratana selalu menerangi saya”. Dupa diletakan ditempatnya.

5. Pandita mengesahkan pernikahan tersebut :
“Setelah mendengar janji saudara berdua, maka dengan ini, saya nyatakan pernikahan antara saudara:…..dan saudari….adalah SAH. Semoga Sang Tiratana memberkahi anda berdua”

6. Pembacaan Paritta pemberkahan :
Vandanâ
Tisarana
Culla Mangala Cakkavâla Gâthâ
So-, Sa-, Te atthaladdhâ
Sumangala Gâthâ I

7. Pemercikan air pemberkahan.

8. Dhammadesana pendek

9. Namaskâra.




Peletakkan batu pertama
A. Sebelum diletakkan.
Vandanâ
Tisarana
Ratanattayânubbhavâdigâthâ
Sumangala Gâthâ II
B. Setelah diletakkan.
Vandanâ
Sumangala Gâthâ I (pemercikan air pemberkahan)




Menempati rumah baru, pembukaan toko/usaha,dll
Vandanâ
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânusati
Mangala Sutta (dimulai dari : Assevanâ ca bâlânam…)
Karanîya Metta Sutta (bait 8,9,10)
Culla Mangala Cakkavâla Gâthâ
Sumangala Gâthâ I (pemercikan air pemberkahan)



Membersihkan suasana/tempat
Vandanâ
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânussati
Saccakiriya Gâthâ
Karanîya Metta Sutta (bait 8,9,10)
Khanda Paritta (dimulai dari: Appamâno buddho….)
Ätânatiya Paritta
Abhaya Paritta atau Pattumodanâ Paritta
Sumangala Gâthâ II (pemercikan air pemberkahan)



Air untuk obat orang sakit
Vandanâ
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânussati
Saccakiriya Gâthâ
Ratana Sutta (bait 4,5,6,7,14)
Bojjhanga Paritta
Sakkatva Tiratanam
Sumangala Gâthâ II




Tanam di sawah(pemberkahan benih)
Vandanâ
Tisarana
Khandha Paritta
Mahâ Jaya Mangala Gâthâ
Sumangala Gâthâ II (pemercikan air pemberkahan)




Pengukuhan janji jabatan
Pandita :
Harap saudara mengulangi dengan penuh keyakinan apa yang akan saya ucapkan.

Yang diambil janjinya : Baik Romo.

Pandita :
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammâ Sambuddhassa (satu kali)

Yang diambil janjinya: Mengulangi (tiga kali)

Pandita :
Buddham Dhammam Sangham saranam gacchâmi

Yang diambil janjinya : Mengulangi

Pandita :
Musâvâdâ veramanî sikkhâpadam samâdiyâmi

Yang diambil janjinya : Mengulangi

Pandita :
Saya berjanji untuk tidak berdusta.

Yang diambil janjinya :Mengulangi

Pandita :
Semoga Sîla (moral yang bersih), Samâdhi (Ketenangan), dan Pañña (Kebijaksanaan Dhamma) selalu menjiwai saudara dalam melaksanakan tugas dan kewajiban saudara.

Yang diambil janjinya : Sâdhu!

Pengukuhan janji di pengadilan
Pandita :
Harap saudara mengulangi dengan penuh keyakinan apa yang akan saya ucapkan.

Yang diambil janjinya : Baik Romo.

Pandita :
Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammâ Sambuddhassa (satu kali)

Yang diambil janjinya: Mengulangi (tiga kali)

Pandita :
Buddham Dhammam Sangham saranam gacchâmi

Yang diambil janjinya : Mengulangi

Pandita :
Musâvâdâ veramanî sikkhâpadam samâdiyâmi

Yang diambil janjinya : Mengulangi

Pandita :
Saya berjanji untuk tidak berdusta.

Yang diambil janjinya :Mengulangi

Pandita :
Semoga Dhamma/kebenaran sejati selalu menjadi dasar pikiran, ucapan dan perbuatan suadara. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Sang Tiratana selalu membimbing saudara.

Yang diambil janjinya : Sâdhu!




Upacara kematian
A. Membersihkan jenazah
Vandanâ
Pamsukulâ Gâthâ
Mahâ Jaya Mangala Gâthâ

B. Menjelang diberangkatkan ke makam/krematorium
Vandana
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânussati
Saccakiriya Gâthâ
Pabbatopama gâthâ; atauDhammaniyâma Sutta
Tilakkhanâdigâthâ
Pamsukulâ Gâthâ(dimulai dari Aniccâ vatta…)
Samâdhi/Meditasi
Pandita :
Saudara-saudara se Dhamma marilah kita memancarkan pikiran cinta kasih kita kepada Almarhum : …. yang telah mendahului kita. Semoga saudara kita almarhum dalam perjalanan di alam kehiduan selanjutnya selalu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, hingga akhirnya tercapai Kebebasan Abadi (Nibbâna). Semoga Sang Tiratana selalu melindunginya.
Samâdhi dimulai…
Pandita : (pada akhir samâdhi)
Sabbe sattâ bhavantu sukhitattâ ;atau
Sabbe sattâ sadâ hontu, avera sukhajivino
Dhammadesana (pendek/singkat)
Ettâvata
a. Ettavata tiga kali (Devâ, bhûtâ, sattâ)
b. Idam vo….tiga kali
c. Äkâsatthâ ….
Ciram rakkhantu : saudara…(nama almarhum)
Äkâsatthâ….
Ciram rakkhantu: mam param ti

C. Dimakam/krematorium
Vandana
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânussati
Saccakiriya Gâthâ
Pamsukulâ Gâthâ(dimulai dari Aniccâ vatta…)
pada waktu membacakan Aniccâ vatta…
Pandita menaburkan bunga di atas peti jenazah.
Sumangala Gâthâ II




Peringatan kematian
A. Peringatan kematian: 3 hari, 7 hari, 49 hari, 100 hari, 1 tahun, dsb.
Vandana
Tisarana
Buddhânussati
Dhammânussati
Sanghânussati
Saccakiriya Gâthâ
Karanîya Mettâ Sutta
Ariyadhana Gâthâ
Sâmdhi/meditasi
Pandita :
Saudara-saudara se Dhamma marilah kita memancarkan pikiran cinta kasih kita kepada Almarhum : …. yang telah mendahului kita. Semoga saudara kita almarhum dalam perjalanan di alam kehiduan selanjutnya selalu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, hingga akhirnya tercapai Kebebasan Abadi (Nibbâna). Semoga Sang Tiratana selalu melindunginya.
Samâdhi dimulai…
Pandita : (pada akhir samâdhi)
Sabbe sattâ bhavantu sukhitattâ ;atau
Sabbe sattâ sadâ hontu, avera sukhajivino
Dhammadesana (pendek/singkat)
Ettâvata
a. Ettavata tiga kali (Devâ, bhûtâ, sattâ)
b. Idam vo….tiga kali
c. Äkâsatthâ ….
Ciram rakkhantu : saudara…(nama almarhum)
d. Äkâsatthâ…
Ciram rakkhantu : mam param ti

B. Ziarah di makam
Vandana
Saccakiriya Gâthâ
Idam vo….tiga kali

Posted on 1 September 2010, in Lain-lain, Therawada. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: